KELOMPOK TANI BERPRESTASI

KELOMPOK TANI BERPRESTASI

BLANDONGAN – Desa Blandongan merupakan salah satu desa paling ujung di kecamatan Banjarharjo, berjarak sekitar 17 kilometer ke pusat kota kecamatan. Mayoritas penduduknya bermatapencaharian petani. Komoditas yang menjadi unggulan adalah padi dan jagung selain tanaman palawija. Untuk mempermudah dalam pengelolaan di sektor pertanian, warga masyarakat bersama dengan PPL Kecamatan Banjarharjo membentuk kelompok tani, salah satunya adalah kelompok tani Cihoe yang diketua Bapak Maryono sekretaris Kartono dan Bendahara Tarlan. Mereka melakukan sosialisasi kepada warga yang memiliki lahan garapan di wilayah kelompok Tani Cihoe bahwa untuk mengatur kegiatan dan usaha pertanian yang ada telah dibentuk kelompok tani yang nantinya akan mengatur segala hal yang terkait dengan usaha dan bisnis pertanian.
Menurut Pak Maryono, sudah saatnya petani kita mulai berpikir ke arah depan sebagai petani modern yang tidak hanya menerapkan teknik bertani konvensional namun menerapkan sistim pertanian modern atau minimal semi-modern seperti teknik budidaya tanaman. Seperti pemilihan benih, varietas tahan hama. Benih jagung misalnya ada banyak varietas hibrida namun salah satu yang diunggulkan jagung P-27 Gajah. Dinas Pertanian Kabupaten Brebes telah menyalurkan varietas ini untuk dibudidayakan di Blandongan dan ternyata hasilnya memuaskan bahkan kelompok tani Cihoe didaulat untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten setelah menjadi juara satu tingkat kecamatan. Hasilnya juga memuaskan karena dari 102 kelompok tani yang mengikuti lomba kelompok tani Cihoe menyabet juaara II. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras pengurus kelompok tani Cihoe beserta petani dan bimbingan dari PPL kecamatan Banjarharjo.
Gairah warga Blandongan membudidayakan jagung P-27 semakin tinggi bahkan lahan perhutani yang masuk KPH Pamedaran kini ditanami jagung oleh warga, luasnya tidak main-main lebih dari 100 hektar. Menurut pengakuan salah seorang penggarap lahan perhutani Basari, menanam jagung P-27 di lahan perhutani lumayan menguntungkan sekali panen ia bias meraup 17 juta bahkan ada yang hingga 30 juta sekali panen.
Karena itulah, kesadaran warga akan pentingnya kelompok tani semakin meningkat sehingga kemudian dibentuk lagi kelompok-kelompok tani lainnya seperti Poktan Palayangan, Poktan Lingkung, Poktan Bebera dan dua buah KTH yaitu kelompok tani hutan Rimba Mekar dan kelompok tani hutan Kumbang Jaya. Beberapa kegiatan juga telah dilaksanakan oleh kedua kelompok tani hutan tersebut seperti pembibitan tanaman atau Kebun Bibit Rakyat ( KBR ) Wana Ternak dan Agroforestry. (JBD-TR ).

Close

Laman